Di tengah "kesibukan" yang saya tempuh saya kembali merasakan kehampaan untuk menuangkan ide. Betapa sulitnya mengajak otak ini berpikir jernih kembali, seperti waktu masih banyak tugas kuliah. Ketiadaan tugas membuat saya sulit untuk memaksa otak berpikir sehat. Padahal skripsi yang sudah telat sekian bulan itu butuh sentuhan berpikir ekstra. Bagaimana ini?!
Menulis, yaa menulis. Menuliskan semua isi pikiran sehingga terdokumentasikan dengan baik. Itulah yang harus segera saya mulai, menulis kembali, menulis sesuai keinginan saya sebebas mungkin!
Apakah cara ini efektif untuk mendorong saya lebih maju? Hmmm…tak ada salahnya mencoba. Teman-teman saya yang hobi menulis sudah lebih dulu lulus, hahaha. Mungkin menulis singkat di blog seperti ini bisa membuat tulisan saya lebih terstruktur dan enak dibaca, mungkin.
Mengapa 234 kata? Unik saja sih… bukan penggemar Dji Sam Soe (234), bukan perokok pula. Cuma dari segi marketing angka tersebut menarik. Dan tentu saja dua ratus tiga puluh empat kata merupakan jumlah yang tidak terlalu panjang untuk sebuah tulisan. Cepat ditulis, cepat dibaca. Saya tidak ingin terlalu terobsesi dengan tulisan panjang selain skripsi. Hal tersebut bisa membuat saya tidak fokus.
Saya tidak terlalu peduli dengan konten, kritik ataupun hal-hal rumit seperti SEO dan iklan. Blog ini pada akhirnya hanya saya jadikan katalisator bagi pikiran saya untuk menyelesaikan hal-hal yang lebih besar dalam hidup. Bukan buku harian yang narsistik, namun bukan pula tempat mencela pihak-pihak yang mendusta. Halah …
Anyway, selamat berpikir, selamat menulis.
Dua tiga empat kata!
Menulis, yaa menulis. Menuliskan semua isi pikiran sehingga terdokumentasikan dengan baik. Itulah yang harus segera saya mulai, menulis kembali, menulis sesuai keinginan saya sebebas mungkin!
Apakah cara ini efektif untuk mendorong saya lebih maju? Hmmm…tak ada salahnya mencoba. Teman-teman saya yang hobi menulis sudah lebih dulu lulus, hahaha. Mungkin menulis singkat di blog seperti ini bisa membuat tulisan saya lebih terstruktur dan enak dibaca, mungkin.
Mengapa 234 kata? Unik saja sih… bukan penggemar Dji Sam Soe (234), bukan perokok pula. Cuma dari segi marketing angka tersebut menarik. Dan tentu saja dua ratus tiga puluh empat kata merupakan jumlah yang tidak terlalu panjang untuk sebuah tulisan. Cepat ditulis, cepat dibaca. Saya tidak ingin terlalu terobsesi dengan tulisan panjang selain skripsi. Hal tersebut bisa membuat saya tidak fokus.
Saya tidak terlalu peduli dengan konten, kritik ataupun hal-hal rumit seperti SEO dan iklan. Blog ini pada akhirnya hanya saya jadikan katalisator bagi pikiran saya untuk menyelesaikan hal-hal yang lebih besar dalam hidup. Bukan buku harian yang narsistik, namun bukan pula tempat mencela pihak-pihak yang mendusta. Halah …
Anyway, selamat berpikir, selamat menulis.
Dua tiga empat kata!
0 comments:
Post a Comment