ungkapkan pikiranmu dalam dua ratus tiga puluh empat kata

Monday, 13 January 2014

Tentang Breaking Bad


Breaking Bad, sebuah drama seri Amerika Serikat (AS) yang begitu banyak mendapat pujian khalayak dan pengamat. Sebuah drama seri yang berkisah mengenai petualangan kriminal seorang guru SMA yang menderita kanker paru-paru. Kisah tersebut tertuang ke dalam empat musim (season) yang disiarkan sejak 2008 hingga 2013.
Tokoh utama adalah Walter White (diperankan Bryan Cranston) seorang jenius kimia yang meninggalkan kesuksesan di depan mata karena perselisihan pribadi dengan rekannya di perusahaan Gray Matter. Walter kemudian menghabiskan masa muda hingga usia 50 tahun sebagai guru kimia di sebuah SMA. Hidupnya penuh cobaan seperti anak remajanya yang menderita cerebral palsy, istri yang hamil tidak diharapkan pada usia 40an, karir yang stagnan, hutang dan pendapatan yang pas-pasan. Dan yang paling menyesakkan adalah dia didiagnosa mengidap kanker paru-paru stadium III yang tidak bisa dioperasi!
Nothing to lose, Walter mengalami kondisi menghimpit dan harus bertindak. Keahliannya di bidang kimia membuatnya dengan mudah memproduksi narkoba jenis Methamphetamine (meth) kualitas super! Bersama mantan muridnya Jesse Pinkman mereka menjadi produsen meth paling dicari. Dinamika kehidupan kriminal, drama keluarga dan intrik menjadi suguhan yang menarik bagi penonton. Tak mengherankan jika Breaking Bad mendapat banyak penghargaan, seperti Golden Globe untuk drama televisi terbaik dan aktor drama televisi terbaik.
Beberapa pelajaran yang dapat ditarik dari Breaking Bad adalah: 1) keluarga adalah prioritas utama; 2) maksimalkan potensi diri meraih kesuksesan; 3) sekali terjun ke dunia kriminal maka akan sulit untuk keluar.
Well, every bad thing should be ended!


Friday, 13 December 2013

Dua ratus tiga puluh empat kata yang pertama

Di tengah "kesibukan" yang saya tempuh saya kembali merasakan kehampaan untuk menuangkan ide. Betapa sulitnya mengajak otak ini berpikir jernih kembali, seperti waktu masih banyak tugas kuliah. Ketiadaan tugas membuat saya sulit untuk memaksa otak berpikir sehat. Padahal skripsi yang sudah telat sekian bulan itu butuh sentuhan berpikir ekstra. Bagaimana ini?!
Menulis, yaa menulis. Menuliskan semua isi pikiran sehingga terdokumentasikan dengan baik. Itulah yang harus segera saya mulai, menulis kembali, menulis sesuai keinginan saya sebebas mungkin!
Apakah cara ini efektif untuk mendorong saya lebih maju? Hmmm…tak ada salahnya mencoba. Teman-teman saya yang hobi menulis sudah lebih dulu lulus, hahaha. Mungkin menulis singkat di blog seperti ini bisa membuat tulisan saya lebih terstruktur dan enak dibaca, mungkin.
Mengapa 234 kata? Unik saja sih… bukan penggemar Dji Sam Soe (234), bukan perokok pula. Cuma dari segi marketing angka tersebut menarik. Dan tentu saja dua ratus tiga puluh empat kata merupakan jumlah yang tidak terlalu panjang untuk sebuah tulisan. Cepat ditulis, cepat dibaca. Saya tidak ingin terlalu terobsesi dengan tulisan panjang selain skripsi. Hal tersebut bisa membuat saya tidak fokus.
Saya tidak terlalu peduli dengan konten, kritik ataupun hal-hal rumit seperti SEO dan iklan. Blog ini pada akhirnya hanya saya jadikan katalisator bagi pikiran saya untuk menyelesaikan hal-hal yang lebih besar dalam hidup. Bukan buku harian yang narsistik, namun bukan pula tempat mencela pihak-pihak yang mendusta. Halah …
Anyway, selamat berpikir, selamat menulis.

Dua tiga empat kata!